This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 28 Februari 2021

Akhir Zaman, Tradisi Turun Menurun Untuk Malam Pertama Harus Disaksikan Oleh Keluarga Besar


Sungguh aneh tapi peristiwa ini nyata-nyata terjadi: tradisi sebuah keluarga yang menonton kerabatnya saat berhubungan seks pertama kalinya.


Pengguna sosial media di Singapura dihebohkan dengan beredarnya foto adegan berhubung*n s*ks yang ditonton beramai-ramai oleh sebuah keluarga. Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah di Woodlands New Town, Singapura, beberapa waktu lalu.


Foto yang diunggah oleh salah satu anggota keluarga yang menyaksikan adegan berhubung*n s*ks pertamanya salah satu kerabatnya ini bak virus. Foto langsung viral dan memperoleh ribuan komentar dari netizen.

Foto yang beredar itu memang menggambarkan adegan yang sangat vulg*r, seorang perempuan dan laki-laki tel*nj*ng bulat yang sedang berhubung*n s*ks dengan perempuan, sementara anggota keluarga yang lain menontonnya.


Menurut salah satu paman yang memotret adegan ini, ini bukanlah hal yang tabu. Di keluarga besarnya memang ada tradisi yang sudah lama mereka lakukan, yakni siapa pun kerabatnya yang baru pertama kali melakukan hubung*n s*ks, keluarga besar akan menonton bersama.

"Kebanyakan orang menganggap itu aneh, tapi pada keluarga kami tak ada yang lebih membanggakan dibanding merayakan kebahagiaan anak, saudara, atau keponakan yang berhubung"n s*ks untuk pertama kalinya," tulis sang paman.

"Kami melihatnya hal ini sebagai perjalanan awal untuk menjadi dewasa," tambahnya. Ia mengaku, dulu ia juga mengalami hal yang sama. Saat itu ia mengalami kesulitan saat berhubungan seks pertama kali dengan pacarnya. Namun saat itu ibunya membantu, memberi nasihat, sehingga hubungan s*ksnya untuk pertama kali bisa lancar.


Respon netizen sangat beragam. Salah satu netizen menganggap itu perbuatan cabul dan menjijikkan. 

S*ks adalah sesuatu yang sakral dan seharusnya dilakukan tertutup tanpa orang tua atau kerabat yang bisa melihat. Yang lain menganggap itu hal yang biasa, demi masa depan anak yang bersangkutan. (liputan6.com)

Share:

Sabtu, 27 Februari 2021

Desa Ini Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau, Pemerintah Lepas Tangan !

 

Desa Ini Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau, Pemerintah Lepas Tangan !


Desa ini memiliki 3.000 istri yang kompak menjanda.


Mereka menjanda setelah para suami mereka diklaim tewas di dalam hutan.


Wanita-wanita itu menyatakan suami mereka tewas jadi mangsa harimau.


Para istri ini tinggal di sebuah desa di South 24 Parganas, West Bengal, India,


sebagaimana dilansir dari The Irish Sun, Rabu (23/2/2021).


Mereka mengaku, para suami mereka dianiaya sampai mati oleh harimau,


ketika berkelana ke dalam hutan untuk menangkap ikan, kepiting serta mengumpulkan madu.


Presiden Forum Dakshinbanga Matsyajibi, Pradip Chatterjee mengatakan kepada Vice News,


bahwa ada sekitar 3.000 wanita yang menjadi janda di desa tersebut.


Chatterjee berujar, para suami di desa tersebut tewas karena dibunuh oleh harimau.


Serangan harimau sering dilaporkan terjadi.


Bahkan pada April 2020, penduduk desa melaporkan setidaknya ada 60 serangan harimau di daerah itu.


Serangan harimau semakin meningkat ketika para pria berbondong-bondong pulang kampung ke daerah tersebut setelah merantau ke kota-kota besar.


Chatterjee mengatakan, para pria melepaskan pekerjaan mereka sebagai buruh di kota dan pulang kampung ke daerah itu agar bisa bekerja di dalam hutan.


Tergiur upah besar


Mereka tergiur karena bekerja di hutan dapat menghasilkan hingga 700 rupee (Rp 136.000) dalam sehari,


dibandingkan pendapatan sebagai pekerjaan buruh yang hanya 200 rupee (Rp 39.000).


Mereka kemudian memasuki area terlarang,


menempatkan diri mereka dalam bahaya diserang harimau bengal yang terancam punah.


Dan bakau di hutan merupakan habitat penting bagi harimau.


Kasus dugaan mesum yang melibatkan IL (33), seorang Imam Kampung di Tangsilama, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang dengan LI (39), janda beranak empat berakhir di pelaminan

Kasus dugaan mesum yang melibatkan IL (33), seorang Imam Kampung di Tangsilama, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang dengan LI (39), janda beranak empat berakhir di pelaminan (Serambinews.com/Istimewa)

Dari 60.000 pekerja di hutan, Chatterjee mengatakan bahwa hanya seperempat dari mereka yang memiliki izin untuk bekerja.


Oleh karena itu, orang-orang yang tidak memiliki izin bekerja dianggap sebagai pekerja ilegal.


Para istri mendadak janda takut melapor jika ada serangan harimau yang mematikan.


"Mereka tidak meminta kompensasi karena takut akan tindakan hukum.


Mereka bahkan takut melaporkan kematian," ujar Chatterjee.


Dianggap ilegal


Para suami yang pulang kampung, kerja demi upah besar itu kini dianggap ilegal.


Para istri mendadak janda pun hanya bisa gigit jari.


Sebab, pemerintah setempat mengangap para suami yang jadi korban terkaman harimau sebagai pekerja ilegal.


Harimau masuk pemukiman di sebuah desa di Petaling Jaya, kota dekat Kuala Lumpur, viral di media sosial.

Harimau masuk pemukiman di sebuah desa di Petaling Jaya, kota dekat Kuala Lumpur, viral di media sosial. (screengrab)

Direktur Lapangan Suaka Harimau Sundarban Tapas Das mengatakan hanya mendapat laporan sebanyak 21 kematian resmi akibat penyerangan harimau.


Dari 21 laporan tersebut, hanya empat yang memenuhi syarat untuk mendapatkan kompensasi.


Pemerintah India hanya memberikan kompensasi jika kematian terjadi di luar zona larangan masuk.


Salah satu janda, Haridasi Mandal menceritakan bahwa suaminya, Haren (46), dibunuh oleh harimau pada 2014.


Dia mengatakan, putra tertuanya kini juga mulai bekerja di daerah yang sama.


Oleh karena itu, Haridasi sekarang hidup dengan rasa takut kehilangan anggota keluarga lain yang pergi ke hutan.


Janda lain, Sulata Mandal (35) bertutur bahwa suaminya, Sujit, tewas saat memancing pada April 2020.


"Anak-anak saya membuatku berjanji untuk tidak pernah pergi ke hutan lagi.


Tetapi penghasilan saya sekarang sangat sedikit dengan melakukan pekerjaan serabutan ini," turut Sulata.


"Kecuali saya tidak menemukan pilihan lain untuk menghasilkan cukup uang untuk menjalankan rumah,


saya harus kembali ke hutan," imbuh Sulata.


Menurut pemerintah India, sekitar 40 hingga 50 orang tewas akibat serangan harimau setiap tahunnya.


Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau



Share:

Rabu, 24 Februari 2021

Ustaz Ujang Bustomi Enggak Bisa Kabur Lagi, Sudah Dikepung TNI dan Polri


 Pimpinan Padepokan Anti-Galau, Cirebon Jawa Barat Ustaz Ujang Bustomi tak bisa kabur saat rombongan TNI dan Polri, serta dinas kesehatan mendatangi kediamannya.

 

Padahal, Senin (22/2) kemarin itu, Ustaz Ujang baru bangun tidur.

Beberapa di antara rombongan yang mengunjungi kediaman Ustaz Ujang menggunakan APD dan langsung mencecar dia dengan belasan pertanyaan.


Ustaz Ujang pun duduk sambil mendengarkan perwakilan rombongan yang datang ke padepokannya.


Ya, kali ini Ustaz Ujang Bustomi harus disuntik vaksin Covid-19 Sinovac dosis kedua.


Mestinya dia diberikan dosis tahap kedua pada pekan lalu.


Namun karena saat itu kondisinya tidak fit maka proses pemberiannya diundur dan baru dilaksanakan Senin (22/2).


"Waduh dikepung nih, enggak bisa kabur lagi," kata Ustaz Ujang, seperti dilansir dari radarcirebon.com.


Suasana pun cair seketika. Ustaz Ujang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh petugas.


Ustaz pun dengan khasnya menjawab semua pertanyaan petugas sambil diselingi humor dan guyonan.


"Saya penyakit bawaan tidak ada, tetapi kalau yang dirasakan sih setiap bangun tidur pasti tegang," kata ustaz yang langsung disambut tawa seluruh petugas yang hadir.

 

Pada vaksinasi kali ini, Ustaz Ujang lebih santai.


Dia tidak sampai harus dipegang beberapa orang seperti pada vaksinasi dosis pertama.

Kali ini Ustaz Ujang terlihat tenang dan beberapa kali sempat bergurau dengan petugas kesehatan.


“Saya biasa nyuntik sekarang disuntik, setelah ini ada suntik lagi enggak nih," katanya.


Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Cirebon Hj Eni Suhaeni SKM MKes mengatakan vaksinasi dosis kedua Ustaz Ujang agak terlambat dari jadwal.


Sebab, pada saat skrining dosis kedua minggu lalu kondisi kesehatannya kurang fit.


"Akhirnya diundur, dan baru bisa dilaksanakan sekarang setelah lulus skrining dan lolos pemeriksaan kesehatan,” ungkapnya. 

Share:

Minggu, 21 Februari 2021

Sekeluarga Tewas Kelaparan, Petugas Temukan Surat 'Doakan Kami, Izinkan Kami Mati di Sini'

 

Sekeluarga Tewas Kelaparan, Petugas Temukan Surat 'Doakan Kami, Izinkan Kami Mati di Sini'.


Jenazah delapan orang yang masih satu keluarga ditemukan tak bernyawa di gurun.


Mereka diyakini tewas karena kelaparan dan kehausan, saat ditemukan petugas.


Saat berada di lokasi kejadian petugas mendapati surat berisi kata-kata terakhir.


Foto-foto mereka juga beredar di media sosial dan menunjukkan jasad kedelapan orang itu bergelimpangan.


Seorang penarik becak di Penang tampak kelaparan dan makan di tempat terbuka, saat social distancing dan lockdown untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) diberlakukan di Malaysia. Ilustrasi

Seorang penarik becak di Penang tampak kelaparan dan makan di tempat terbuka, saat social distancing dan lockdown untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) diberlakukan di Malaysia. Ilustrasi (THE STAR)

Jasad bergelimpangan bersama barang-barang yang berceceran di sekitar mobil yang sebangian terkubur pasir.


Diwartakan Oman Observer pada Ahad (14/2/2021), keluarga malang itu tewas di gurun pasir Libya.


Mereka diyakini kelaparan usai tersesat.


Menurut laporan sejumlah media, 21 orang termasuk anak-anak mengungsi dengan mobil SUV Toyota Sequoia.


Mobil itu ditemukan sudah terbengkalai tak berpenumpang, sekitar 400 km barat daya kota Kufra, Libya.


Yuli menangis saat membagikan cerita keluarganya yang kelaparan karena terdampak pandemi corona. Beberapa waktu kemudian, Yuli dikabarkan meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas. Ilustrasi

Yuli menangis saat membagikan cerita keluarganya yang kelaparan karena terdampak pandemi corona. Beberapa waktu kemudian, Yuli dikabarkan meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas. Ilustrasi (KompasTV)

Polisi yang sedang berpatroli di kawasan tersebut menemukan jasad tiga wanita dan lima pria,

 

sedangkan nasib 13 orang lainnya tidak diketahui.


Penyelidikan dari polisi Libya menemukan, keluarga itu berangkat dari El Fasher di Sudan,


Individu yang Lahir pada 1941-1981 Dapat Mengklaim Hadiah ini di Sumatera Selatan

Survey Compare

by TaboolaSponsored Links

menuju Kufra di Libya pada Agustus tahun lalu dan tersesat.


Namun, mobil itu baru ditemukan pekan lalu bersama surat kata-kata terakhir.


Lima tahanan yang kabur akhirnya diringkus di pegunungan saat kelaparan. Ilustrasi

Lima tahanan yang kabur akhirnya diringkus di pegunungan saat kelaparan. Ilustrasi (KOMPAS.com/ JUNAEDI)

"Kepada siapa pun yang menemukan surat ini, ini nomor telepon saudara laki-laki saya, Muhammad Saifuddin," bunyi kalimat di surat itu.


"Maaf Bu karena tidak bisa menghubungi dirimu.


Ayah dan Nasir, aku mencintaimu.


Doakan kami, izinkan kami mati di sini," demikian bunyi surat tersebut.


Beberapa laporan menyebutkan, tragedi seperti ini bukan yang pertama


Sebelunya sudah ada ratusan orang yang kehilangan nyawa saat mengungsi dari daerah konflik tersebut.

Share:

Sabtu, 20 Februari 2021

Miris, empat ibu-ibu dan dua balita dipenjara




Komisi IV DPRD Loteng mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk menjenguk sekaligus mempertanyakan kejelasan proses penahanan Empat orang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Desa Wajegeseng Kecamatan Kopang.


Empat orang IRT ditahan lantaran dituduh melakukan pengerusakan dengan melemparkan batu ke gedung milik pengusaha tembakau.


Ketua Komisi IV DPRD Loteng, H Supli SH mengaku, kedatangannya itu atas dasar kemanusiaan karena ada laporan masuk ke Komisi bahwa ada Empat orang IRT diproses hukum dan ditahan Kejaksaan.


Padahal lanjutnya, dua diantara IRT itu memiliki anak balita yang usianya sekitar satu tahun ikut ditahan bersama ibunya lantaran dituduh melakukan pengerusakan gudang rokok dengan cara melempar batu.


“Kami terkejut dan miris mendengarkan laporan itu, akhirnya kami memutuskan turun mencari tahu permasalahan sebenarnya, mulai dari Polsek Kopang,” ungkapnya, Kamis 18 Februari 2021.


Supli mengungkapkan, setelah di Polsek, informasi diterimanya bahwa Empat IRT bersama dua Balitanya sudah dipindah ke Kejaksaan dan mempertanyakan alasan sampai dilakukan penahanan itu.


“Miris rasanya, Ibu Rumah Tangga dan ada dua Balita ditahan,” kata dia.


Dikatakan Supli, mestinya IRT itu tidak mesti ditahan, kalau mengacu arahan Kapolri yang terbaru bahwa, Polsek itu menjadi tempat mediasi kedua belah pihak agar persoalan tidak sampai keranah hukum. Malah dirinya melihat berbanding terbalik cara penanganan kasus di Lombok Tengah.


“Harusnya kedua belah pihak di mediasi tingkat Polsek sesuai arahan Kapolri, bukan lantas langsung memeroses kasus itu,” keluhnya.


Kerena sudah masuk Kejaksaan, Komisi IV DPRD Loteng akan mengawal kasus ini bahkan turun mencari informasi tentang duduk persoalan awal. “Mulai besok pagi kami akan kawal kasus ini dan akan turun TKP mencari duduk persoalannya,” tegas Politisi PKS ini.


Dikatakan Supil, Komisi yang membidangi Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Perempuan akan konsen pada tiga persoalan itu karena menurut informasi yang diterimanya bahwa pabrik itu menimbulkan volusi yang tentu berkaitan dengan kesehatan masyarakat.


Selain itu perusahan gudang rokok tersebut disinyalir mendatangkan pekerja yang bukan dari masyarakat setempat. Artinya persoalan ini berkaitan dengan ketenagakerjaan.


“Sesuai tufoksi kami, akan mulai menggali informasi dari tiga pokok itu,” terang Supli.


Terkait hal itu, Kasi Intel Kejari Loteng Catur Hidayat Putra, menjelaskan, keterangan dari Polres Loteng bahwa kedua belah pihak sudah dimediasi. Tetapi, tidak menemukan kata sepakat atau tidak mau berdamai.


Disatu sisi, Vidya, Jaksa Fungsional Kejari Loteng menyampaikan, telah menyarankan agar keempat IRT itu tidak ditahan dan menyarankan untuk dibuatkan penangguhan penahanan dengan jaminan Kepala Desa atau BPD setempat atau salah suami dari terdakwa. Akan tetapi, sampai batas jam kerja belum ada satu pun yang datang sebagai jaminan.


“Karena tidak ada yang mengajukan penangguhan, iya kami melakukan penahanan,” ujar Vidya


Terpisah Kasat Reskrim AKP I Putu Agus Indra Permana menjelaskan, kedua belah pihak sudah diberikan ruang mediasi tetapi tidak ada titik temu.


“Mohon maaf karena persoalan ini sudah di tangani Kejari Loteng, jadi saya tidak berani berkomentar terlalu jauh, intinya mereka sudah diberikan ruang mediasi,” tutupnya.


Adapun nama-nama Ibu Rumah Tangga yang ditahan itu yakni, Nurul Hidayah (38), Martini (22), Fatimah (38) dan Hultiah (40). Mereka merupakan warga Dusun Eat Nyiur Desa Wajageseng Kecamatan Kopang Loteng dan mereka ini diancam pasal 170 KUHP ayat 1, ancaman pidana 5 sampai 7 tahun kurungan penjara. 

Share:

Jumat, 19 Februari 2021

Dituding Pelakor, Nissa Sabyan Tak Bisa Mengelak Lagi, Istri Ayus Sabyan Ungkap Bukti hingga Pesan Lupa Dihapus, Tega!

 

Penyanyi religi, Nissa Sabyan ramai disorot usai dugaan perselingkuhan dengan Ayus Sabyan, kini berujung geguatan cerai oleh istrinya, Ririe Fairuz.

 

Sejumlah bukti mulai dibeberkan Ririe Fairuz soal perangai asli Nissa Sabyan yang main belakang dengan suaminya, Ayus Sabyan.


Bahkan, keluarga Ayus Sabyan membenarkan soal perselingkuhan dengan Nissa Sabyan.


Yang terbaru adik kandung Ayus Sabyan, Fadhila Nova mengungkap soal sosok pelakor yang mengarah pada Nissa Sabyan.


Kini Fadilla Nova menyebut jika Ayus Sabyan dengan Ririe Fairuz sudah pisah ranjang sejak tiga minggu lalu.


"Berat hati saya mengatakan bahwa memang benar abang saya berselingkuh dengan Nissa Sabyan."


"Mereka memang sudah tidak satu rumah lagi sejak Januari 2021," ungkap Fadhila Nova.


Sebelumnya, Fadhila Nova mengungkapkan kronologi perselingkuhan Nissa Sabyan dan Ayus Sabyan yang bisa terbongkar.


Sejatinya pihak keluarga juga tak tahu kapan awal mula hubungan gelap Nissa Sabyan dan Ayus Sabyan itu dimulai.


Namun semua bermula sejak dua tahun belakangan ini.


"Kami tidak tahu ya mereka berhubungannya sejak kapan."


"Tapi awalnya itu sudah hampir dua tahun yang lalu," kata Fadhila Nova.


Kemudian Fadhila Nova membeberkan, perselingkuhan diketahui dari firasat seorang istri.



Ia menceritakan, suatu hari Ririe Fairuz yang tiba-tiba ingin membuka ponsel Ayus.


Kemudian menemukan ada percakapan antara suaminya dengan Nissa Sabyan.


Unggahan Nissa Sabyan

Unggahan Nissa Sabyan (ist)

"Sebelumnya mungkin firasat ya dari seorang istri, sampai akhirnya sang istri tiba-tiba saja ingin membuka handphone abang saya."

 


"Dan di situ ada chat mereka berdua yang belum dihapus," jelas Fadhila.


Dalam membongkar perselingkuhan Nissa Sabyan dan Ayus, pihak keluarga sudah mengumpulkan bukti terkait.


Akan tetapi, Fadhila menjelaskan semua itu hanya untuk kalangan keluarga saja.


Hadiah Besar untuk orang Indonesia yang lahir antara tahun 1941-1981

Survey Compare

by TaboolaSponsored Links

Selain itu, bukti yang ditemukan akan diputar di persidangan perceraian Ayus Sabyan dan Ririe Fairus.


"Bukti-buktinya kami ada, punya, tapi mohon maaf tidak bisa kami sebarluaskan ke media."


"Bukti-bukti tersebut akan diputar di persidangan," pungkasnya.



Adik Ririe Fairuz juga buka suara


Sebelumnya, adik Ririe Fairus, Tia juga buka suara terkait kabar perselingkuhan Ayus dan Nissa Sabyan.


"Teman-teman media dan netizen udah pandai menilainya lah tentang berita di luar sana," ujar Tia dikutip dari YouTube KH Infotainment, Kamis (18/02/2021).


Tia menyebut kakaknya sudah dua tahun memendam permasalahan tersebut sendiri.


"Iyaa (sudah dua tahun), karena selama ini kakak saya memendam semuanya dan tak ingin menceritakan pada siapapun.


Kakak saya cukup sabar.


Ada pertimbangan soal anak, tidak bercerita pada orangtua.


Kita juga semua kaget," tuturnya.


Juga sempat beredar video TikTok tentang rumor orang ketiga di rumah tangga Ririe dan Ayus Sabyan.


"Iya itu konten saya, udah tahu dari lama.


Cuma karena Erie itu orangnya sabar, selalu ya udahlah nanti aja mungkin masih bisa diperbaiki rumah tangga.


Sabar, sabar, cuma mungkin dia manusia udah habis batas sabarnya ya udah bikin konten nggak papa.


Cuma konten yang nggak memojokkan siapapun, itu kan konten cuma dukungan.


Nggak nyangka bakal viral," ujar adik Ririe yang lain, Riska.


Saat disinggung perihal rumor orang ketiga, Tia menyebut kakaknya sudah pernah membicarakan masalah tersebut secara kekeluargaan.


"Semua sudah dibicarakan dengan kekeluargaan."


Tia tak mau membenarkan rumor tersebut dan meminta bertanya langsung pada Ayus Sabyan.


"Silahkan berbicara dengan Bang Ayus."


Adik Ririe juga tak mau menanggapi perihal nama Nissa Sabyan yang ramai disebut orang ketiga.


"Itu langsung aja tanya yang bersangkutan," ujar Tia.


Bukti Diduga Nissa Sabyan dan Ayus Nikah Siri Terungkap


sementara itu setelah bukti chat yang tak terhapus, baru-baru ini juga beredar isu yang mengatakan Ayus dan Nissa Sabyan telah menikah siri.


Pantauan Sripoku.com, bukti tersebut berupa sebuah percakapan DM Instagram di akun gosip @mak_inpoh.


Di situ terlihat percakapan seorang yang mengaku sepupu mantan personel Sabyan, Anisa Rahman dengan temannya.


"Jadi aku lagi bikin status di second acc ternyata di reply sama teman aku yang emang sepupunya kak Anisa Rahman eks Sabyan. Ternyata bukan selingkuh guys tapi emang udah nikah siri," tulisnya.


Dalam percakapan itu sendiri, si sepupu mengungkap alasan Anisa Rahman hengkang dari Sabyan. Dia menyebut saudaranya itu tidak diperlakukan adil.


"Emang udah lama tahu. Itu alasan kakak aku keluar waktu itu. Iya jadi emang udah nikah dari dua tahun lalu kalau nggak salah," kata si sepupu.


"Nah terus di Sabyan jadi kayak nggak adil gitu. Jadi kakak aku keluar deh," sambungnya lagi.


Kembali menegaskan, dia menyebut pernikahan itu dihelat secara siri.


"Siri deh tapi kata kakakku," tuturnya.Tak menunggu lama, unggahan itu langsung dibanjiri beragam komentar.



Share:

Senin, 15 Februari 2021

Cerita Viral anak dibuang orangtua: kuku tangan sang anak dicabut pakai tang


Miris, anak yang dibuang ortu alami kekerasan. 

"Semua orang bisa bikin anak, tapi tidak semua orang bisa ngurus anak". Kasihan, sang anak dibuang setelah terlebih dulu alami kekerasan berat. Apalagi yang melakukan kekerasan adalah ayah kandung sendiri. Begini kisah lengkapnya.


Beberapa waktu lalu sempat viral foto seorang anak dengan wajah penuh luka serta sepucuk surat dari orang tuanya. 


Surat tersebut menuliskan bahwa orang tua memang sengaja membuang anaknya karena tak tahan dengan kebandelan sang anak. 


Ternyata kisah tersebut memunculkan fakta baru. Anak di bawah umur tersebut mengalami kekerasan fisik yang dilakukan ayahnya sendiri. 


Kini pelaku, ayahnya, sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pangkalan Kuras, Pelalawan, Senin (28/9/2020).


"Korban anak di bawah umur, sementara dianiaya oleh orang tua korban," ungkap Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Ahmad.


Dari tubuh korban terdapat luka bekas kekerasan pada bagian kuku tangan dan juga bagian kepala korban.

"Kuku korban dicabut pakai tang, dan rambutnya juga dicabut paksa dari keterangan korban," ungkap Kapolsek Kompol Ahmad.


Sebelumnya, viral cerita sang anak ditinggalkan di jalan disertai sepucuk surat dari orang tuanya.

Sepucuk Surat Orang Tua 


Ibundanya menuliskan sebuah surat kepada sang anak. Berikut isi tulisan tangan tersebut:


"Nak, maaf mamak y? Terpaksa saya tinggal kan kamu di jalan, krn saya tidak sanggup melihat kamu menderita atau tersiksa karna kebandelanmu, setiap hari kamu bikin masalah. Maafin mama nak. Jaga dirimu baik-baik, ya" 

Tanggapan Warganet

Banyak warganet yang kemudian berkomentar mengenai unggahan tersebut. 

"Semua org bisa bikin anak, tapi ga semua org bisa ngurus anak Patah hati," komentar salah satu warganet.

Berita validnya ada? Atau bisa dibaca dimana?" komentar warganet lainnya. 

"Ini dapet dari pesbuk," warganet lainnya. 


Penelusuran Selasar Riau, kini sang anak telah diamankan di Mapolsek Pangkalan Kuras, Pelalawan, Riau.


Selain itu, ternyata anak yang dibuang di jalan tersebut usai dipukul atau menjadi korban kekerasan ayah kandungnya.


"Korban anak di bawah umur, sementara dianiaya oleh orang tua korban," ungkap Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Ahmad, Senin, 28 September 2020.

Anak tersebut saat ini sudah berada di Mapolsek Pangkalan Kuras, usai diamankan anggota Polsek.


Ini pembelajaran bagi orang tua, jika memang belum sanggup untuk menghadapi kebandelan anak, kerepotan dalam mengurus anak, lebih baik banyak belajar dan melakukan persiapan dulu. 

Selain itu, bagi orang tua yang sudah punya anak, banyak-banyak bersyukur atas anugerah yang dimiliki. Sebab banyak orang di luar sana yang menginginkan punya anak bertahun-tahun tapi belum mendapatkannya.


Share: