This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 17 Januari 2021

Sembilan Hari Tak Ganti Popok Bayi, Bayi 4 Bulan Tewas, Belatung Serang dan Masuk Tubuh Bayi


 Bayi Empat Bulan Tewas Setelah Tak Ganti Popok 9 Hari, Belatung Sudah Masuk Area Tubuh


Para orang tua jangan pernah meremehkan soal mengganti popok bayi.


Baru-baru ini seorang bayi yang masih berusia 4 bulan meninggal dunia setelah ibunya tak mengganti popoknya selama 9 hari.


Yang lebih mengenaskan lagi adalah ditemukannya belatung dalam tubuh bayi malang tersebut.


Ya, apa yang terjadi pada bayi ini memang terasa tak masuk akal sehat dan melukai hati nurani para orang tua.


Namun kenyataanya, pada 2019, muncul berita menggemparkan tentang seorang bayi bernama Sterling Koehn.


Bayi malang ini ditemukan tewas dalam ayunannya pada 30 Agustus 2017 di apartemen orangtuanya di Alta Vista, Iowa, Amerika Serikat.


Dilaporkan ditemukan ruam di pantat bayi di area popok yang digunakan bayi Sterling.


Tidak hanya itu, ditemukan belatung yang di dalam popok.


Mengerikan? Tentu saja. Tapi itu belum fakta sesungguhnya.


Ternyata bayi Sterling telah memakai popok yang sama selama sembilan hingga 14 hari.


Sehingga dokter mengatakan bahwa bayi Sterling meninggal dunia setelah ia menggunakan popok bayi yang sangat kotor.


Hal ini lantas telah menyebabkan serangga bertelur dan akhirnya menetas menjadi belatung.


Sementara ruam pada pantat bayi Sterling dikarenakan popok yang ia gunakan menyebabkan kulitnya pecah dan terkena bakteri e.Coli.


Tentu saja kedua orangtua bayi Sterling, Zachary Paul Koehn (29) dan Cheyanne Harris didakwa atas tuduhan pembunuhan dan membahayakan anak-anak.


“Dia meninggal karena ruam popok,” kata Asisten Jaksa Agung Iowa Coleman McAllister.


Tak hanya itu, hasil otopsi juga menunjukkan bayi itu meninggal karena kekurangan gizi, dehidrasi, dan infeksi.


Otopsi menemukan bayi itu memiliki berat badan kurang dari 3 kg.


Lalu belatung juga ditemukan di kulit dan pakaian bayi laki-laki itu, yang menunjukkan selain popok, pakaiannya juga tidak diganti.


Atau sebenarnya, bayi tersebut tidak ‘disentuh’ orangtuanya selama ia berada di dalam ayunan lebih dari seminggu.


Pengacara kedua pasangan tersebut mengaku bahwa ini adalah tragedi bukan sebuah kecelakaan. Namun para jaksa tidak setuju.


Hal ini dikarenakan pasangan Koehn adalah orangtua yang berpengalaman.


Sebab, kakak perempuan bayi Sterling atau anak tertua pasangan ini yang masih berusia dua tahun juga berada di apartemen dan dalam kondisi sehat.


ilustrasi bayi dibuang

ilustrasi bayi dibuang (is)

Mereka juga punya uang yang cukup untuk membeli makanan dan perlengkapan bayi.


Lalu apa penyebabnya pasangan ini melakukan hal mengerikan ini?


Pemeriksaan polisi mengatakan bahwa ada keduanya menggunakan narkoba. Terutama Koehn, si ayah.


Hal ini dikatakan Toni Friedrich, perawat dan orang pertama yang tiba di apartemen setelah Koehn menelepon 911 untuk melaporkan bayi itu meninggal.


Friedrich mengatakan Koehn tidak menunjukkan emosi ketika dia membawanya ke kamar tidur yang gelap dan panas, tempat tubuh bayi itu berada.


“Mata bayi itu terbuka dan itu adalah tatapan kosong,” ucap Friedrich di pengadilan pada Oktober 2018.


“Ketika saya menyentuh dada bayi tersebut, pakaiannya penuh dengan debu.”


Pada akhirnya, Koehn mendapat tambahan hukuman pidana karena terungkap memiliki riwayat penggunaan narkoba termasuk shabu.


Sang istri, Harris juga ditangkap karena penyalahgunaan penggunaan narkoba. Terakhir dia menggunakan shabu sekitar dua atau tiga minggu sebelum penangkapannya.




https://intisari.grid.id/read/032513406/9-hari-popoknya-tak-diganti-bayi-ini-tewas-dengan-belatung-di-tubuh?page=all




Share:

Jumat, 15 Januari 2021

Syekh Ali Jaber Sembunyikan Sakitnya dari Keluarga


 Terpapar COVID-19 pada Desember 2020, Syekh Ali Jaber meninggal dengan kondisi yang berbeda. Ia dinyatakan negatif Corona namun ada sejumlah komplikasi yang ia idap.

Syekh Ali Jaber mengidap komplikasi jantung, komplikasi paru-paru juga ginjal seperti diungkapkan ayah mertuanya, Kamis (14/1/2021).


"Yang jelas (meninggal) bukan COVID-19. Ada komplikasi jantung, komplikasi paru-paru, ginjal, itu benar," jelas Arief Rahman di kediamannya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (14/1/2021).


Selama ini, Syekh Ali Jaber tak pernah mengutarakan sakit yang ia rasakan. Putranya, Al Hasan Ali Jaber menyebut, ayahnya tak ingin kesehatannya membuat anggota keluarga lainnya khawatir.

"Dia sebenarnya jarang cerita, nggak mau dia orang tahu sakit. Dia maunya ajak kita senang, nggak mau ajak kita susah. Nggak mau bilang dia lagi sakit," ungkap Hasan saat ditemui di Pondok Pesantren Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (14/1/2021).


Ada momen di mana Hasan mengetahui ayahnya kerap batuk-batuk semasa Syekh Ali Jaber masih ada. Namun ulama yang sudah menghapal Alquran sejak usia 10 tahun ini menyebut, dirinya hanya butuh istirahat.

"Paling cuma bilang mau istirahat, nggak pernah mau ngomong kalau sakit. Padahal saya dengar sendiri kalau di rumah batuknya lumayan keras. Cuma setiap ditanya nggak ngomong apa-apa. Cuma kecapean, kecapean," urai Hasan.

Hasan mengatakan, dirinya bangga menjadi putra Syekh Ali Jaber. Dirinya mengatakan ingin bisa meneruskan apa yang dibuat sang ayah sebagai ulama dan panutan umat.


Salah satu keinginan Hasan yakni mewujudkan keinginan sang ayah untuk dirinya. Yaitu mengikuti jejak menjadi hafiz penghapal Alquran.


"Pengin saya hafidz Alquran, saya belum hafidz. Insyaallah secepatnya diselesaikan. Itu kemauan beliau," tukas Hasan.


Share:

Rabu, 13 Januari 2021

BREAKING NEWS Innalillahi Wa Innailahi Rajiuun, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

 

Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Kabar duka datang dari ulama besar Indonesia. Syekh Ali Jaber pagi ini, Kamis (14/1/2021) dikabarkan meninggal dunia.


Kabar ini beredar di kalangan awak media pagi ini.


Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi Jakarta pagi ini pukul 09.00 WIB.


Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman, yang dikonfirmasi media membenarkan hal tersebut.

Syekh Ali Jaber sebelumnya menjalani perawatan intensif setelah dinyatakan positif Covid-19.



Home 

Nasional 

Umum

Syekh Ali Jaber Meninggal

BREAKING NEWS Innalillahi Wa Innailahi Rajiuun, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Kamis, 14 Januari 2021 10:05 WIB

zoom-inBREAKING NEWS Innalillahi Wa Innailahi Rajiuun, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Dok. Kemenko Polhukam

Ulama Syekh Ali Jaber menitipkan salam kepada Presiden Joko Widodo saat dijenguk oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pasca-peristiwa penusukan di Lampung. Mahfud mendatangi mendatangi kediaman Syekh Ali Jaber pada, Senin (14/9/2020) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Kabar duka datang dari ulama besar Indonesia. Syekh Ali Jaber pagi ini, Kamis (14/1/2021) dikabarkan meninggal dunia.


Kabar ini beredar di kalangan awak media pagi ini.


Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi Jakarta pagi ini pukul 09.00 WIB.


Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman, yang dikonfirmasi media membenarkan hal tersebut.


Baca juga: Habib A Rahman Alhabsyi Kabarkan Kondisi Terkini Syekh Ali Jaber, Progresnya Terus Membaik


Baca juga: Profil Syekh Ali Jaber: Ulama Asal Arab yang Pindah Jadi WNI, Kondang saat Jadi Juri Hafiz Quran


Syekh Ali Jaber sebelumnya menjalani perawatan intensif setelah dinyatakan positif Covid-19.


Sebelumya, kondisinya sempat dikabarkan membaik beberapa waktu lalu.


Profile 


Syekh Ali Jaber adalah ulama asal Madinah, Arab Saudi yang kini telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).


Di Indonesia, nama Syekh Ali Jaber semakin kondang setelah menjadi juri kontes Hafiz Indonesia.


Pada September 2020, Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat mengisi pengajian di Lampung.


Share:

Minggu, 10 Januari 2021

Anak Ini Memenjarakan Ibu Kandungnya Sendiri, Cuma Gara-Gara Hal Sepele

 

A (19), anak yang melaporkan ibu kandungnnya, S (36), warga Demak, Jawa Tengah, ke polisi menolak untuk mencabut laporannya.


Atas laporannya, S sempat mendekam selama dua malam di ruang tahanan Mapolres Demak hingga akhirnya dipulangkan ke rumahnya setelah mendapat jaminan penangguhan penahanan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Demak Fahrudin Bisri Slamet.

“Saya memaafkan ibu, tetapi tidak mau mencabut laporan. Biarlah proses hukum terhadap ibu saya tetap berjalan,” kata A, saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dedi Mulyadi, Minggu (10/1/2021).


Karena A tetap bersikeras untuk tidak ingin mencabut laporannya, Dedi pun berencana akan menemui A agar mencabut gugatan terhadap ibu kandungnya.


“Saya akan menjumpai A dan akan mencoba terus melakukan pendekatan supaya ia mencabut gugatan terhadap ibu kandungnya. Sekeras-kerasnya hati Insya Allah pada akhirnya akan luluh juga,“ ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet mengaku prihatin adanya kasus permasalahan keluarga yang berujung pada proses hukum dan melibatkan ibu serta anak kandung yang terjadi di wilayahnya.


Ia pun meminta, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di wilayah.



“Kasus ini menjadi yang pertama dan semoga terakhir kalinya di Demak. Jangan sampai masalah keretakan rumah tangga kok orangtua melibatkan anak anak,” kata Fahrudin.


Sebelumnya diberitakan, seorang ibu di Demak, Jawa Tengah, berinisial S (36), dilaporkan anak kandungnya, A (19), ke polisi. S dilaporkan atas kasus penganiayaan.



Kasus itu berawal saat anaknya datang ke rumahnya hendak mengambil pakaiannya. Selama ini, A tinggal bersama mantan suaminya di Jakarta.


Saat ke rumahnya, A datang bersama dengan mantan suaminya.

Namun, saat akan mengambil pakaianya, ternyata pakaian A sudah disingkirkan oleh S. Hal itu dilakukannya karena sang ibu jengkel dengan sikap anaknya yang telah membenci dirinya.


Mengetahui pakaiannya sudah dibuang, A pun kemudian marah dan mendorong ibunya hingga terjadi pertengkaran antara keduanya.


“Secara refleks saya pegang kerudungnya dan wajahnya kena kuku saya,” kata S saat ditemui Kompas.com di Mapolres Demak, Jumat (8/1/2021).


Tidak terima dengan perlakuan ibu, A kemudian melaporkannya ke polisi hingga S ditangkap.

Share:

Sabtu, 09 Januari 2021

Kesaksian Nelayan Melihat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Ya Tuhan


 Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ182 hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB.


Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menyebutkan pesawat Sriwijaya Air jatuh di perairan sekitar Pulau Laki, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.

"Info dari nelayan bubu, melihat ada benda jatuh di laut sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki getaran jatuhnya pesawat sampai ke pemukiman Pulau Lancang," ujar Junaedi yang disampaikan Kominfotik Kepuluan Seribu di Jakarta, Sabtu sore.


Junaedi mengungkapkan menerima informasi dugaan pesawat jatuh sekitar pukul 14.30 WIB, selanjutnya tim gabungan dari aparatur Kelurahan Pulau Pari, Banbinsa, Damkar, Satpol tim SAR dibantu nelayan menyisir di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki.


Lurah Pulau Pari Mahtum menambahkan tim gabungan sudah menemukan serpihan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Pulau Laki.


"Sudah ditemukan serpihan pesawatnya. Sampai saat ini petugas gabungan masih melakukan pencarian korban penumpang pesawat Sriwijaya Air," ujar Mahtum.


Sebelumnya, Kementerian Perhubungan membenarkan pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.


“Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta - Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto.


Novie mengatakan saat ini tengah dalam investigasi dan tengah dikoordinasikan dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).


“Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut jika sudah ada perkembangan lain,” katanya.


Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Share:

DITEMUKAN Bagian Tubuh Manusia di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Rute Jakarta - Pontianak


 Kabar terbaru dari hilang kontak pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak.


Kapal patroli Kementerian Perhubungan menemukan serpihan daging di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2011).


Kapten kapal, Eko, mengatakan, awalnya ia mendapat laporan dari nelayan yang mendengar ledakan seperti suara petir. Lalu pihaknya mengecek ke lokasi.


"Ada ditemuin serpihan-serpihan dari daging, mungkin tubuh dari manusia," kata Eko seperti dikutip dari TV One.


Selain itu, Eko mengaku melihat avtur atau bahan bakar pesawat di lokasi.


"Ada avtur dari dalam, kebetulan di situ kedalaman perairan 15-16 meter," kata dia.


Pesawat itu hilang kontak 11 nautical mile lepas pantai Jakarta saat menanjak dari ketinggian 11,000 feet menuju 13,000 feet pukul 07.40 UTC atau sekitar pukul 14.40.

Pesawat itu hilang kontak 11 nautical mile lepas pantai Jakarta saat menanjak dari ketinggian 11,000 feet menuju 13,000 feet pukul 07.40 UTC atau sekitar pukul 14.40. (istimewa)

Bupati Kepulauan Seribu Djunaedi mengatakan, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak jatuh di sekitar Pulau Laki.


"Betul (di Pulau Laki)," ujar Djunaedi kepada Kompas.com, ketika dikonfirmasi, Sabtu (9/1/2021).


Menurut Djunaedi, peristiwa terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 14.30 WIB. Djunaedi menyatakan bahwa ia menerima informasi tersebut dari pihak kelurahan setempat.


Dari pihak kelurahan ia menerima informasi bahwa seorang nelayan bubu sempat melihat ledakan api dari peristiwa twrsebut, kemudian meminta tolong kepada warga sekitar.

Share:

Kamis, 07 Januari 2021

Menelan Banyak Korban, Waspada Tersetrum Listrik dari Baja Ringan


 Atap baja ringan kini banyak dipilih sebagai material bangunan di rumah-rumah kekinian. Bukan tanpa alasan, baja ringan memang memiliki banyak keuntungan ketimbang material lainnya seperti kayu. Pemasangannya lebih mudah, lebih awet, harganya pun lebih murah dibandingkan kayu. Sayangnya, di balik keuntungan-keuntungan tersebut, atap baja ringan juga menyimpan bahaya. 


Baru-baru ini, media sosial digegerkan oleh video berdurasi 49 detik yang memperlihatkan orang-orang menggotong jenazah yang sudah meninggal dari atap rumah. Diduga orang yang dibawa tersebut meninggal karena tersengat listrik yang mengalir pada rangka baja ringan konstruksi bangunan tersebut. Bukan pertama kalinya, insiden yang mirip pernah menewaskan dua pria lainnya di tahun 2019. Penyebabnya pun sama, baja ringan yang terkena aliran listrik kemudian mengalir ke baja yang lain dan mengenai orang di sekitarnya. 


Memang, sifat baja ringan adalah induktor, alias bahan yang bisa menghantarkan listrik dengan mudah. Tak heran, orang yang tersentuh rangka baja ringan bisa tersetrum. Apabila sengatan listrik tersebut sangat kuat, maka yang terjadi bisa sangat fatal. Mulai dari luka bakar hebat, hingga serangan jantung yang menyebabkan kematian. Melihat bahaya baja ringan seperti ini, apakah sebaiknya kamu tidak menggunakannya sebagai bahan konstruksi rumah? Tentu tidak demikian. Ada banyak keunggulan dari baja ringan yang bisa menguntungkan pemilik rumah. 


Baja ringan tak akan menyetrum jika tak ada pemicu

Dilansir dari Okezone.com, Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) menyebut tidak masalah meskipun konstruksi rumah menggunakan baja ringan. Sebab, baja ringan tidak menyetrum secara langsung jika tak ada pemicu. Ketua Umum AKLI DKI Jakarta Puji Muhardi mengatakan, baja ringan berbahaya apabila baja ringan tersebut teraliri oleh listrik. Namun jika hanya sebatas baja ringan tanpa tersentuh aliran listrik, baja ringan tidak akan membahayakan.


Mencegah risiko sengatan listrik dari atap baja ringan

Risiko sengatan listrik bisa dicegah dengan mengamankan instalasi listrik pada rangka atap baja ringan. Seperti ini misalnya:


1. Meletakkan instalasi di tempat aman

Posisikan instalasi listrik pada area yang tidak bersentuhan langsung dengan konstruksi baja ringan. Tempel langsung pada dinding, atau jika terpaksa ditaruh pada besi, bisa dibuat posisinya dengan digantung.


2. Pilih material instalasi dengan kualitas terbaik

Pilih pembungkus kabel dengan material terbaik yang membuatnya terhindar dari gigitan tikus. Sebab, kabel yang tergigit rentan menyetrum. Walaupun lebih mahal, kabel dengan bahan yang kuat tentu lebih aman. 


3. Bungkus semua kabel listrik dengan pipa conduit

Pipa conduit bisa membuat kabel listrik lebih tahan lama dan aman dari risiko tergores sehingga isi tembaga keluar dan rentan terjadi kebocoran instalasi.


Minta bantuan ahli untuk proses instalasi

Supaya tak kena setrum, memasang instalasi yang sesuai tentunya harus diserahkan kepada ahlinya dan bukan sembarangan orang.


Matikan aliran listrik saat melakukan perbaikan di rumah

Sebaiknya matikan dulu aliran listrik jika ingin melakukan perbaikan di bagian rumah dengan melepas sekering/MCB di rumah. Berhati-hati lah dan pastikan tidak ada kabel yang tersentuh baja saat pengerjaan.

Share: