Sabtu, 17 Oktober 2020

BOCOR Terungkap Alasan Sebenarnya Jokowi Tinggalkan Istana Saat Demo UU Cipta Kerja

 Bukan menghindar, penyebab Presiden Jokowi tak di Istana Negara saat demo UU Cipta Kerja Omnibus Law.


Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi beraktivitas seharian di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2020).

Diketahui, Jumat ini, para mahasiswa menggelar unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law di sekitar Istana Negara, Jakarta.

Namun, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menegaskan bahwa Presiden Jokowi bekerja dari Istana Bogor bukan untuk menghindari unjuk rasa.


"Enggak, bukan karena demo," kata Heru kepada Kompas.com, Jumat siang.


Heru menegaskan bahwa setiap menjelang akhir pekan, Presiden Joko Widodo memang tak selalu bekerja dari Istana Kepresidenan, Jakarta.


Kepala Negara juga kerap kali memilih melakukan kegiatannya dari Istana Bogor.


"Biasanya setiap Kamis atau Jumat di Bogor," kata dia.

Heru mencontohkan pada Senin dan Selasa lalu Presiden Jokowi juga bekerja dari Istana Jakarta.


Padahal, saat itu juga ada demo menolak UU Cipta Kerja di sekitar Istana.


Heru menambahkan, Presiden Jokowi hari ini dijadwalkan menerima sejumlah tamu dan menteri di Istana Bogor.


Namun, ia enggan menyebutkan tamu dan menteri yang akan bertemu Kepala Negara karena agendanya bersifat internal.


"Agendanya intern, tapi kerja, ada menerima beberapa tamu dan menteri," kata Heru.


Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) melakukan aksi unjuk rasa kembali pada Jumat siang ini.

Kepolisian sudah memasang kawat berduri di sekitar Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, untuk mengantisipasi rencana aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.


Koordinator Pusat BEM SI Remy Hastian mengatakan, aksi dilakukan pada pukul 13.00 WIB di Istana Negara.


Remy mengatakan, BEM SI tetap mendesak Presiden Jokowi untuk mengeluarkan perppu untuk mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan.


UU itu mendapat sorotan karena memuat aturan yang bisa merugikan pekerja hingga merusak lingkungan.


BEM SI terakhir melakukan aksi pada 8 Oktober lalu. Namun, akhirnya aksi yang turut diikuti oleh para buruh itu berujung rusuh.

Saat itu, Presiden Jokowi lebih memilih melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Timur.


Kepala Negara baru memberi tanggapan soal aksi unjuk rasa keesokan harinya.


Presiden Jokowi menyebut, aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja disebabkan oleh hoaks dan disinformasi.


Ia juga meminta pihak yang berkeberatan dengan UU itu menggugat ke MK.


Utus staf


Presiden Jokowi mengutus salah satu staf khususnya, Aminuddin Ma'ruf untuk menemui para mahasiswa yang tengah berunjuk rasa.

"Saya diminta oleh Presiden untuk menemui adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya," kata Aminuddin kepada Kompas.com, Jumat (16/10/2020).


Aminuddin mengaku sudah mendengar langsung tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia itu.


Pada intinya, para mahasiswa menolak UU Cipta Kerja dan menuntut Presiden Jokowi mencabut UU tersebut dengan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).


Sebab, banyak aturan bermasalah yang merugikan hak pekerja.


"Pernyataan sikap dari temen-temen BEM SI akan saya sampaikan ke Presiden tidak kurang dan tidak lebih. Semuanya terkait UU cipta kerja," kata Aminuddin.

Adapun Presiden Jokowi hari ini tidak berada di Istana Negara yang menjadi lokasi unjuk rasa.

Presiden lebih memilih berkantor di Istana Bogor.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga sudah sempat menanggapi aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja ini.

Kepala Negara menyebut aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja disebabkan oleh hoaks dan disinformasi.

Ia juga meminta pihak yang keberatan dengan UU itu menggugat ke Mahkamah Konstitusi.

Namun, Jokowi sama sekali tidak menyinggung soal tuntutan mahasiswa dan buruh untuk menerbitkan perppu dan mencabut UU Cipta Kerja.(*)


Share:

0 komentar:

Posting Komentar