Sabtu, 17 Oktober 2020

Misteri Sakaratul Maut yang Diungkap di Al Quran, Ini Kondisi Manusia Saat Diujung Maut


 Apa yang terjadi saat sakaratul maut? 


Bagaimanakah kondisi manusia saat menghadapi kematian? Berikut adalah penjelasan sakaratul maut yang akan dihadapi oleh setiap manusia yang dijelaskan dalam Al Quran. 


Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA, 


“Manusia yang paling utama adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Manusia yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Mereka adalah orang-orang berakal.”

Untuk itu, mari perbanyak mengingat kematian dan juga menyiapkan diri untuk menghadapi momen tersebut.

Dalam menghadapi kematian, ada dua golongan manusia. 


Golongan yang pertama adalah mereka yang sangat takut menghadapi kematian. Sehingga bukan malah menyiapkan amal dan bekal untuk di akhirat, mereka justru menyiapkan segala cara untuk menunda kematian. 


Golongan yang kedua adalah mereka yang tidak takut menghadapi kematian. Justru mereka banyak menyiapkan diri dengan amalan yang baik untuk bekal di akhirat kelak.

Lantas mengapa kita takut dengan kematian? Apakah karena tidak mengetahui proses terjadinya sakaratul mautPada dasarnya, amal perbuatan kita akan menentukan bagaimana cara malaikat mencabut nyawa manusia. 


Malaikat Mencabut Nyawa Manusia dengan Dua Cara 

Diketahui, malaikat akan mencabut nyawa manusia dengan dua macam cara, yakni secara keras atau lemah lembut. 

Hal ini sebagaimana yang diterangkan dalam QS an-Nazi’at: 1-2.


وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙ


Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras. Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.

Sudah tentu cara malaikat mencabut nyawa manusia ini sesuai dengan amal manusianya sendiri. Malaikat akan mencabut nyawanya dengan keras bagi yang kufur dan durhaka. 


Sebaliknya, malaikat mencabut secara lemah lembut bagi mereka yang beriman dan juga taat kepada Allah SWT. 


Maka, yang dialami manusia saat sakaratul maut adalah bergantung dengan amalan perbuatannya selama hidup di dunia. 

Kematian Dinilai Sama dengan Saat Tertidur

Kematian dinilai sama dengan ketika kita dalam kondisi tertidur. Rasulullah SAW menyamakan keduanya sebagaimana doa yang diajarkannya saat sebelum dan sesudah tidur.

Berikut adalah ayat yang menjelaskan tentang hal ini, yakni QS az-Zumar: 42.


اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا ۚ فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْاُخْرٰىٓ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ


Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.

Dari ayat diatas, maka bisa disimpulkan boleh jadi bagi manusia mukmin, nyawanya akan dicabut secara perlahan oleh malaikat. 


Dan dengan cara lemah lembut sehingga perlahan ia akan merasa mengantuk, lambat laun tertidur dan menuju pada kematian. 


Lantas, bagaimana kondisi manusia yang kufur saat menghadapi sakaratul maut?

Hal tersebut dijelaskan dalam QS al-Anfal ayat 50 yang berbunyi seperti ini: 


وَلَوْ تَرٰٓى اِذْ يَتَوَفَّى الَّذِيْنَ كَفَرُوا الْمَلٰۤىِٕكَةُ يَضْرِبُوْنَ وُجُوْهَهُمْ وَاَدْبَارَهُمْۚ وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ


"Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.”

Informasi dalam surat tersebut menggambarkan betapa pedih proses pencabutan nyawa yang dialami oleh manusia kufur. 

Menurut pakar tafsir Prof. Quraish Shihab dalam memaknai ayat tersebut, Allah hanya mengungkapkan sekelumit dari apa yang akan manusia hadapi ketika menuju ke kematian. Al-Quran tidak menggambarkan secara gamblang, dan hanya melanjutkan dengan ucapan yang ditujukan malaikat kepada mereka: 


“Rasakan olehmu siksa neraka yang membakar!”

Ayat lain yang menggambarkan manusia saat mengalami sakaratul maut tertulis dalam potongan QS al-An’am: 93:


وَلَوْ تَرٰٓى اِذِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ غَمَرٰتِ الْمَوْتِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ بَاسِطُوْٓا اَيْدِيْهِمْۚ اَخْرِجُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ اٰيٰتِهٖ تَسْتَكْبِرُوْنَ


"(Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim

(berada) dalam kesakitan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” 


Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya."


Meski terdapat cukup informasi mengenai bagaimana manusia yang kufur nan zalim menghadapi sakaratul maut, Prof. Quraish Shihab mengingatkan bahwa ayat di atas tidak menjelaskan kondisi yang terjadi ketika kita menyaksikan secara langsung. 


Lebih lanjut, Prof. Quraish Shihab memberi keterangan bahwa para ulama tafsir – dalam membaca ayat tersebut – hanya menyisipkan tambahan kalimat sebagai kesan. Seperti halnya “Sungguh mengerikan, amat dahsyat, dan seandainya kita dapat melihatnya”.

Dibalik semua informasi dan deskripsi kematian, itu semua adalah hal yang akan terjadi di luar kuasa manusia.

Untuk itu mari kita serahkan semuanya kepada Allah SWT, semoga kita semua tergolong orang-orang yang meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin ya robbal alamiin. 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar