Sabtu, 06 Maret 2021

Usai Nikah, Pilih Tinggal Bareng Mertua atau Ngontrak?

 

Setiap pilihan punya resikonya masing-masing. Sebelum memilih, pastikan kamu dan suami sudah memikirkan matang-matang tentang kedua opsi itu. Pasti semua pasangan yang baru menikah akan menghadapi dilema akan tinggal dimana. Hal ini mengingat pasangan tentunya akan tinggal bersama, kecuali yang memutuskan untuk LDM (Long Distance Marriage). Nah, dua pilihan yang biasanya membuat mereka bingung adalah tinggal bareng mertua atau ngontrak sendiri. Ada yang bilang seindah-indahnya tinggal di rumah mertu, masih lebih enak tinggal sendiri meski rumah kontrak ala kadarnya.


Ada pula yang memilih tinggal dengan mertua dan terima segala konsekuensinya, karena jika dihitung-hitung tinggal dengan mertua jauh lebih baik. Sebelum memilih coba ketahui dulu ini enak dan gak enaknya kedua pilihan tersebut. Berikut adalah daftar gak enak-nya tinggal bareng dengan mertua 1. Mertua ikut campur urusan rumah tangga Tidak bisa dipungkiri, ini jadi salah satu pertimbangan berat bagi pasangan yang baru menikah jika tinggal dengan mertua. Pasti ada saatnya mertua ikut nimbrung ketika kita menghadapi masalah atau saat menjalani peran di rumah tangga.


Misalnya mertua ikut ngurusi makanan untuk anak kita, padahal kita gak cocok dengan pilihan orang tua. Tapi orang tua ngeyel menyarankan dan ngambek jika tak dituruti. Jika ada pertengkaran, biasanya mertua akan lebih membela anaknya dibandingkan dengan menantunya. 2. Terikat peraturan mertua


Jika tinggal di rumah mertua, maka kita harus taat dengan aturan di rumahnya. Tak jarang ini juga menjadi sumber konflik antara mertua dan keluarga kecil kita. Misalnya perkara hemat dalam penggunaan air. Terkadang kita sebagai anak muda sudah merasa penggunaan air sudah hemat.


Namun mertua punya ukuran sendiri yang lebih terkesan irit. Kalau sudah begini, tentu tak nyaman jika harus tinggal dengan aturan yang buat kita tak masuk akal. 3. Tidak leluasa melakukan kebiasaan Setiap orang pasti punya norma-norma yang dijunjung tinggi, termasuk mertua. Kadang hal ini menjadi sumber konflik juga apalagi mengingat perbedaan usia yang jauh tentunya mendorong perbedaan bagaimana cara berpikir dan berperilaku. Misalnya, mertua menganut kebiasaan makan tidak boleh sambil tiduran dan menggunakan pakaian yang sopan saat di rumah.


Sedangkan anak muda biasanya ingin bebas dan tidak banyak aturan. Jadi lebih suka pakaian mini saat di rumah atau tak menjadikan ngemil sambil tidur sebagai masalah. Jika kita sembarang dan tidak ikut kebiasaan di rumah mertua ya sudah tentu akan menjadi petaka untuk keharmonisan keluarga. Jangan memandang sebelah mata, tinggal di rumah mertua juga bisa jadi surga untuk pasangan-pasangan tertentu. Apalagi kalau mertuanya baik bagai malaikat dan pikirannya lebih terbuka dengan perbedaan.


1. Lebih akrab dengan mertua Tinggal bersama mertua bisa memungkinkan kita lebih dekat dengannya loh. Apalagi kalau mertua senang kasih nasehat atau bantu kita. Misalnya bisa belanja bareng, masak bareng, bantu-bantu kita merawat anak. Alhasil kalau ketemu mertua gak tegang, justru merasa seperti sahabat karena sangat akrab dan perhatian dengan kita. 2. Bisa lebih hemat Selain itu, tinggal bareng mertua juga bisa menghemat pengeluaran kita. Tentunya kita tak perlu alokasikan uang untuk kontrak rumah. Tapi setidaknya bantu sedikit-sedikitlah untuk biaya listrik dan air. Jadi uangnya 

bisa ditabung untuk beli rumah atau kebutuhan keluarga lainnya. 3. Anak bisa dekat dengan neneknya Selain itu, anak juga bisa dekat dengan neneknya. Punya figur lain yang bisa diajak ngobrol dan bermain. Baik anak dan nenek tentu akan merasa bahagia. Sama halnya dengan tinggal bareng mertua. Ngontrak yang dibayangkan orang selalu lebih menarik juga nyatanya ada gak enaknya juga.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar