Sabtu, 27 Maret 2021

Ingat! Jangan Konsumsi Lele dengan Ciri-Ciri Ini, Berbahaya Bagi Kesehatan

 

Dalam sajiannya, ikan lele sering digoreng lalu disandingkan dengan sayur dan sambal.


Cita rasa inilah yang membuat lele menjadi santapan yang paling banyak diminati. 


Lele kaya akan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk membangun otot, tulang, dan berbagai jaringan dalam tubuh.


Ikan ini juga kaya akan fosfor dan magnesium, yang merupakan nutrisi penting untuk tubuh.


Meski punya banyak manfaat untuk tubuh, kita juga perlu hati-hati dalam mengonsumsi lele.


Sebab, ada lele dengan kondisi tertentu yang bisa membahayakan tubuh.


Berikut ciri-ciri lele yang bisa berbahaya jika dikonsumsi.


1. Bau Lumpur

Sebelum mengonsumsi lele goreng yang menggiurkan, cari tahu dari mana asal usul ikan lelenya, ya.


Umumnya, ikan lele dipanen dari peternakan sebelum dikirim untuk penjualan, seperti ke pasar.

Sebagian besar ikan lele yang dikonsumsi berasal dari peternakan lele domestik.

 

Tentunya, ikan lele yang dibesarkan di peternakan merupakan sumber protein yang bersih dan aman dikonsumsi.


Hal ini tentu berbanding terbalik dengan ikan lele yang ditangkap di perairan bebas.


Perbedaan dari lele peternakan dengan lele perairan bebas adalah rasa lele peternakan tidak identik dengan bau lumpur.


Selain itu, lele yang tidak dipelihara di peternakan, bisa saja rentan menyebabkan kanker.


Sebab, bisa jadi ada paparan polusi dari perairan tempat lele hidup.

2. Minyak Gorengnya Menghitam


Nah, bagian paling bahaya dari ikan lele bukan cuma kandungan dalam ikan, tapi juga bahan pengolahannya.


Coba lihat pedagang pecel lele di pinggir jalan dan intip tempat penggorengannya.


Kalau minyak sudah menghitam, ini yang harus dihindari.


Sebab, minyak yang hitam dan digunakan berulang kali justru bisa jadi penyebab kanker dalam tubuh.


Minyak yang sudah dipakai berulang kali atau minyak jelantah dapat merusak kesehatan tubuh manusia.


Lebih berbahaya lagi, penggunaan minyak jelantah ini bahkan bisa menyebabkan kanker.

Minyak jelantah yang berulang-ulang akan meningkatkan gugus radikal peroksida yang mengikat oksigen, sehingga mengakibatkan oksidasi terhadap jaringan sel tubuh manusia.


Jika terus berlanjut, akan mengakibatkan kanker.


Tips Aman Konsumsi Lele


Bersumber dari Hello Sehat, sebaiknya kita konsumsi lele sebanyak dua sampai tiga kali saja dalam seminggu.


Selain itu, kita juga bisa membuang dulu kulit ikan lele sebelum diolah jadi masakan.


Sebab, kulit ikan mudah tercemar oleh zat-zat polutan di perairan kotor.


Jangan Konsumsi Lele 6 Kali Dalam Sehari


konsumsi berlebihan ikan air tawar ini ternyata bisa berefek negatif bagi kesehatan.


Picu penyakit jantung


Praktisi medis, Dr Arikawe Adeolu, mengatakan konsumsi lele berlebihan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular.

Menurut dia, lele mengandung asam lemak omega 6 yang dapat meningkatkan tingkat peradangan dalam tubuh.


"Peradangan adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular, kanker jenis tertentu, dan diabetes," kata Adeolu melansir dari Vanguard.


Di sisi lain, lele juga mengandung asam lemak omega 3 yang memiliki banyak manfaat kesehatan.


Omega 3 membantu mengurangi kadar kolesterol jahat serta meningkatkan kolsterol baik dalam darah.


Kandungan omega 3 juga bisa membantu melindungi jantung dan sistem kardiovaskular dari segala bentuk penyakit.


Selain itu, lemak esensial ini dapat membantu mengurangi kuantitas atau konsentrasi zat peradangan dalam tubuh.

Tapi berdasarkan studi, rasio omega 6 pada lele jauh lebih besar daripada asam lemak omega 3.


"Perbandingan antara omega 6 dan omega 3 pada lele sekitar 4:1," jelas Adeolu.


Menurut dia, konsumsi lele dari hasil budi daya lebih berisiko menyebabkan penyakit jantung.


Apalagi mengonsumsi sehari lebih dari 5-6 kali bisa lebih berisiko.


Pasalnya, kandungan omega 6 pada lele yang diberi makanan sintetis lebih tinggi ketimbang lele dari sungai.


"Rasio perbandingan kandungan omega 6 dan omega 3 pada lele yang dibudidayakan dan diberi makanan sintetis berubah menjadi sekitar 10:1," terang dia.


Risiko Lain


1. Hipertiroid


Banyaknya peternak lele yang memanfaatkan kotoran baik hewan maupun manusia sebagai makan lele menjadi salah satu penyebab bahaya dalam mengonsumsi ikan lele.

Bahaya yang akan dialami oleh seseorang yang mengonsumsinya yaitu munculnya gangguan pada kelenjar tiroid yang berada di sekitar leher.


Gejala yang akan dialami yaitu leher terasa nyeri, timbulnya peradangan, serta infeksi.


2. Mengandung berbagai macam bakteri aktif


Kebanyakan ikan lele dipelihara dengan cara yang tidak baik seperti kolam yang dibuat di bawah jamban pembuangan kotoran manusia.


Hal tersebut dikarenakan adanya anggapan yang mengatakan bahwa ikan lele merupakan jenis ikan yang mampu bertahan hidup di dalam air kotor dan memakan kotoran manusia.


Namun, nyatanya hal tersebut menyebabkan kualitas gizi pada ikan lele menjadi hilang dan mengandung banyak bakteri termasuk bakteri e-coli yang menyebabkan sakit perut dan diare.

3. Ada yang mengandung logam


Ikan lele yang dipelihara di dalam kolam yang tercemar partikel limbah beracun dengan kandungan logam juga berisiko pada kesehatan orang yang menyantapnya.


Bakteri dan pengendapan logam atau merkuri menyebabkan kanker dan tumbuhnya tumor.


4. Pertumbuhan sel abnormal


Selanjutnya, ikan lele yang dimasak dengan menggunakan minyak bekas pakai secara berulang-ulang berdampak pada terpaparnya radikal bebas yang mengandung asam lemak jenuh yang dapat memicu munculnya sel abnormal dalam DNA tubuh.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar