This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 14 Oktober 2020

Punya Istri Cerewet Ternyata Anugerah Besar Lho, Begini Penjelasan Gus Baha

 

Hampir semua lelaki sepakat. Punya istri cerewet sangat menyebalkan. Tapi, jangan salah. Ternyata, punya istri cerewet justru anugerah. Karena, bisa jadi Allah sedang mempersiapkan Anda menjadi Wali atau kekasih-NYA.


Hal ini diungkap oleh Gus Baha dalam sebuah kajian kitab. Diunggah oleh akun Banwil Ibrahim di Youtube pada tanggal 27 oktober 2019 silam.


Dalam video berdurasi 9,26 menit itu, Gus Baha menjelaskan jalur-jalur menjadi wali. Salah satunya lewat istri yang cerewet.

“Ada banyak jalur untuk menjadi wali, tetapi yang paling mudah ditemui dan tidak jauh dari kita adalah punya istri judes tapi kita sabar. Kalau jadi wali melalui jalur ilmu, jalur ibadah, jalur harta dan lainnya itu agak sulit dan tidak semua orang berkesempatan,” terang Gus Baha.


Seperti kisah wali – wali zaman dahulu banyak dikisahkan diantara mereka ternyata mempunyai istri yang galak.

Lalu Gus Baha menceritakan salah satu karomah seorang sahabat pada zaman Nabi yang bernama Abu Muslim Al Khawlani.

Sosok Abu Muslim Al Khawlani adalah seorang sahabat yang masuk islam pada zaman Nabi akan tetapi tidak pernah berjumpa Nabi sehingga tidak dihitung sebagai sahabat Nabi.


Setelah ia iman dan pintar barulah ia pergi ke madinah untuk menjumpai Nabi, akan tetapi sesampainya di Madinah ternyata Nabi telah wafat.

Setibanya di rumah setelah perjalanan jauh dari Madinah itu, istri Abu Muslim langsung menyambutnya dengan berkata, “Roti di rumah sudah habis!” Apa anda punya uang?,


“Ya, ada satu dirham, ya sudah nanti aku belikan tepung lalu masaklah Roti biar dapat banyak,” jawab Abu Muslim.

Beliau pun membawa uang tadi dan menenteng kantong masuk ke dalam pasar. Tiba-tiba ada seorang yang meminta-minta kepada beliau dan terus merengek memohon belas kasih dari beliau.


Abu Muslim pun menangis karena tidak bisa sedekah karena takut istri bila pulang tidak membawa tepung.


Sudah dihindari terus, tapi pengemis itu terus membuntuti sampai akhirnya beliau sadar barangkali ini ujian yang dikirimkan Allah SWT. Lalu diberikanlah uang satu dirham miliknya kepada pengemis itu.

Karena saking takutnya dimarahi istri beliau lantas mengisi kantong yang dibawanya dengan pasir. Beliau pulang dengan penuh kekhawatiran. Takut bila istrinya marah karena tidak membawa apa-apa.


Sambil membawa kantong berisi pasir beliau bergegas pulang. Sesampainya di rumah beliau diam – diam letakkan kantong pasir di meja dapur tanpa diketahui sang istri lalu bergegas ditinggal pergi masjid.


Ketika malam tiba Abu Muslim kembali ke rumah dengan perasaan khawatir, akan tetapi beliau sangat tekejut ketika istri menyuguhkan roti yang ia buat untuk suaminya.

Ketika melihat roti yang sangat enak itu Abu Muslim bertanya kepada istrinya, “Dari mana roti ini?” Istrinya menjawab, “Dari tepung yang engkau bawa tadi.” Beliau memakannya sambil menangis. Subhanallah !


“Kalau kita selalu bersyukur dan senang atas semua kehendak Allah, maka Allah juga akan senang dan Ridho terhadap kita, itu yang selalu kita harapkan,” pungkas Gus Baha.

Wallahu A’lam Bisshowaab***

Share:

Ceritakan Detik-detik R Tewas Ditusuk Pemerkosa Ibunya, Ayah Kandung: Sempat Bilang Sakit Lalu Diam

 Ayah kandung R (9) bocah SD yang tewas saat berusaha melindungi ibunya dari pemerkosa, menceritakan detik-detik kematian anaknya.


Meski tak ada di lokasi kejadian, namun ia bisa merasakan ketegangan itu berdasarkan penuturan mantan istrinya, D (28).

 

Menurut pria bernama Fadli Fajar itu, putranya merupakan anak yang cerdas.


Di sekolahnya, R kerap menduduki peringkat 1 dan 2.

Tak hanya itu, putranya juga diakuinya sudah bisa membaca Al Quran di usianya yang masih dini.

Fadli Fajar kuasa menahan tangis saat mengingat kalau anak sulungnya itu kini sudah tiada.


Dilansir TribunnewsBogor.com dari Serambinews.com Rabu (14/10/2020), Fadli Fajar saat ini tinggal di Kota Medan, Sumatera Utara.


Sementara putranya, R, baru dua minggu tinggal bersama ibunya, D, di Kecamatan Birem Bayeun Aceh Timur.


Diakuinya, sejak berpisah dengan korban D dua tahun lalu, R bersama sang adik memang tinggal bersama dirinya di Medan Selayang.

“Tanggal 19 September 2020 lalu, saya baru saja merayakan ulang tahun almarhum yang genap berusia 10 tahun,” ujar pria berdarah Aceh-Karo ini sambil menangis.


Berapa hari setelah merayakan ultahnya yang ke-10, korban D datang ke rumahnya di Medan Selayang dengan maksud membawa Rangga ke Aceh.


Seperti sudah firasat, saat itu Fadli Fajar mengaku berat melepas kepergian putra pertamanya itu.


“Tapi karena almarhum terus merengek dan bersikeras ikut, akhirnya saya mengizinkannya,” imbuhnya.

Ia pun mengaku sempat kaget dan tak percaya mendengar kabar anaknya itu telah meninggal dunia.


“Saya hampir tak percaya mendengar kabar Rangga meninggal.


Dia meninggal terkena sabetan parang pelaku karena berusaha membantu ibunya di rumah itu,” ujar Fadli Fajar.


Ia pun menceritakan detik-detik saat anaknya melindungi sang ibu hingga akhirnya sakaratul maut di tangan Samsul.


“Saya dapat kabar bahwa sebelum meningal, anak saya sempat disuruh lari sama ibunya.

Tapi dia tidak mau lari, dia lawan pelaku.


Setelah terkena parang, ia sempat berucap sakit.


Lalu ia langsung terdiam, mungkin saat itu anak saya ini sakratul maut,” imbuhnya lagi.


Fadli Fajar mengenang, putranya itu merupakan anak yang cerdas.


Dia selalu mendapat ranking 1 dan 2 di sekolahnya.

“Almarhum memang beda dengan anak seusianya. Ia anak cerdas, periang, keras berpendirian, dan selalu mendapat rangking di kelas. Bahkan sekarang Ia sudah mampu membaca Alquran,” kenang ayahnya menangis sedih.


Kini, Fadli Fajar telah mengikhlaskan kepergian anak kesayangannya itu.

 

“Allah SWT lebih sayang kepadanya, sehingga memanggilnya duluan dari pada kami. ‘Selamat jalan nak, kami akan selalu merindukanmu nak’,” ucap ayahnya kembali menangis. Diakhir perbincangan, Fadli Fajar berharap penegak hukum memberikan ganjaran seberat-beratnya kepada pelaku, supaya tidak ada lagi Rangga Rangga lain yang menjadi korban.

Kronologi

Polres Langsa pada Selasa (13/10/2020) siang, membeberkan kronologis peristiwa pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan tersangka Samsul.

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto SH SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo dalam konferensi pers kepada awak media menyampaikan kronologis tindak pidana pemerkosaan yang disertai kekerasan dan penganiayaan yang menyebabkan hilang nyawa.


Kasus ini terjadi pada Sabtu (10/10/2020) pukul 02.00 WIB, di rumah korban di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Perbuatan keji itu dilakukan oleh tersangka Samsul Bahri, seorang residivis kasus pembunuhan berstatus pengangguran dan juga beralamat di Kecamatan Birem Bayeun.

 

Awalnya, terang Kasat Reskrim, pelaku Samsul masuk ke rumah korban melalui pintu depan dengan mencongkel kunci kayu menggunakan benda tajam berupa parang.


Setelah pintu rumah korban terbuka, pelaku Samsul langsung melihat korban yang sedang tidur bersama dengan anaknya.

Pelaku kemudian meraba-raba tubuh korban D yang sedang tertidur.

Merasa tubuhnya diraba-raba, korban D pun terbangun dan terkejut melihat pelaku Samsul sudah berada di samping tempat tidurnya tanpa menggunakan pakaian dan memegang senjata tajam berupa parang.

“Korban DN spontan langsung membangunkan anaknya (korban R) agar lari dari rumahnya itu untuk menyelamatkan diri,” papar Kasat Reskrim.

Saat korban R terbangun dan melihat pelaku Samsul, bocah kelas 2 SD tersebut langsung sopntan berteriak minta tolong.


Seketika itu pula Samsul langsung membacok korban R di bagian pundak sebelah kanan.


Selanjutnya, pelaku mendorong korban D dan kembali menebas bagian leher korban R, dilanjutkan dengan menusuk pundak sebelah kiri korban R dan dada D masing-masing sebanyak 1 kali.

“Setelah itu, pelaku menyeret korban D keluar dari rumahnya dan mencoba memperkosa korban D,” ujar Iptu Arief menceritakan kronologis kejadian.


Dalam kondisi luka di dadanya, korban D pun berusaha menolak perbuatan pelaku yang ingin memperkosanya.


Melihat itu, pelaku kemudian mencekik leher korban dan membenturkan kepala D ke rabat beton jalan yang berjarak 50 meter dari rumah korban.


Setelah korban lemas, pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban D untuk yang pertama kalinya, dan setelahnya korban D mengalami pingsan.


Saat tersadar, korban D melihat dirinya sudah dibawa ke perkebunan kelapa sawit yang berjarak 10 meter dari jalan itu oleh pelaku tanpa menggunakan celana dan hanya mengenakan baju tidur.


Melihat korban tersadar, pelaku kemudian kembali memperkosa korban D untuk yang kedua kalinya.


Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kemudian mengatakan kepada korban D, “Kau ikut aku ya, anak kau kita buang aja ya”.

Korban menjawab, “Jangan, biar bapaknya aja yang kubur,” (sambil tersangka mengikat tangan korban D dengan menggunakan kain).


Setelah itu pelaku kembali ke rumah korban dan membawa karung yang berisikan jenazah korban R ke arah sungai.


Lalu pelaku kembali ke arah rumah korban dan mengambil karung kedua yang bergerak-gerak dan meletakkan karung Itu yang berjarak sekitar 3-5 meter dari korban.

Saat itu, pelaku seperti sedang mengorek-ngorek tanah, lalu pelaku mengambil karung yang bergerak-gerak tersebut dan berjalan ke arah sungai selama kurang lebih 30 menit.


Melihat kesempatan tersebut, korban D pun kemudian berusaha melepaskan ikatan yang ada di tangannya.


Beruntung, tepatnya saat azan subuh berkumandang, korban D berhasil melepaskan ikatan di tangannya.


“Begitu ikatan tangan terlepas, saat itu juga korban D langsung berlari menuju ke rumah warga untuk meminta pertolongan kepada warga setempat,” urai Kasat Reskrim.

Share:

HUKUM ISTRI PERGI MENINGGALKAN RUMAH DAN MELAWAN SUAMI DALAM ISLAM

 

Berbagai alasan untuk melegalkan atau membenarkan tindakan seorang istri meninggalkan suaminya dengan pergi menginap ke tempat lain (teman, saudara, kantor, ortu dll) dengan harapan dapat menyelesaikan masalah atau hanya memberi pelajaran kepada suami agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Misalnya, Suami tidak perhatian, selingkuh, sakit hati dengan perkataan atau perbuatan suami, penghasilan kurang, suasana rumah tidak menyenangkan dan lain-lain.

Tindakan isteri seperti ini meninggalkan suami sering dianggap ringan atau sepele oleh sebagian wanita yang tidak mengerti hukum islam tapi jika tindakan ini dilakukan terhadap seorang pria muslim yang paham hukum agama akan sangat fatal dan berat akibatnya karena agama Islam melarang dengan keras hal tersebut.


Isteri meninggalkan rumah tidak akan menyelesaikan masalah justru akan memperberat masalah, suami akan mempunyai kesan istri lari dari tanggung jawab kewajiban sebagai isteri, membuat suami menjadi sakit hati sehingga menjadi ringan untuk menceraikannya serta menambah fitnah bagi diri sendiri dan suaminya. Apalagi jika isteri pergi meninggalkan rumah karena dimarahi suami yang menasehatinya sungguh sangat berdosa karena perbuatan isteri ini akan di laknat oleh Allah dan malaikatpun memarahinya (lihat Hadist Riwayat Abu Dawud di bawah) .


Setan selalu berusaha untuk membujuk dan mengajak manusia untuk berbuat sesuatu yang tidak diridhoi Allah dan rasulnya. Setan bernama Dasim tugasnya membujuk seorang isteri agar tidak taat kepada suami dan mempengaruhi seorang isteri agar pergi meninggalkan rumah dengan berbagai alasan untuk membenarkan perbuatan di atas meskipun sudah jelas bahwa perbuatan tersebut dilarang oleh Quran dan Hadist. Alasan sakit hati karena perbuatan / perkataan suami, yang kadang dijadikan alasan isteri untuk membenarkan tindakan meninggalkan rumah dan suami. Seringkali ada Pihak ketiga (PIL) yang kadang menjadikan seorang isteri semangat meninggalkan suami meskipun tidak semuanya demikian.


Pada Intinya seorang isteri tidak boleh meninggalkan rumah tanpa izin suaminya, jadi meskipun dinasehati dan kurang diperhatikan suami saat isteri dalam keadaan sakit bukan berarti bisa melanggar aturan Allah. Orang sakit kurang makan bukan berarti dia boleh mencuri makanan karena mencuri adalah dosa apapun alasannya. Begitu juga sakit yang diberikan oleh Allah kepada seorang isteri sebagai pemberi peringatan dari Allah bukan berarti seorang istri boleh menyakiti hati suami dengan pergi meninggalkan rumah dan meninggalkan suaminya.

Istri yang pergi dari rumah, meninggalkan suami menginap di tempat lain dan meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sedangkan suami tidak ridho apapun alasannya, bagi wanita yang mengerti hukuman Allah sangat berat pasti akan sangat menyesal dan tidak akan pernah berani satu kalipun melakukannya karena jika seorang Isteri pergi meninggalkan rumah dan suaminya artinya :


1. Isteri tersebut bukan seorang wanita yang baik .

Isteri meninggalkan suami atau pergi tanpa izin suami bukanlah termasuk golongan wanita yang baik karena isteri yang baik akan menghormati pemimpinnya (suaminya). Pemimpin rumah tangga dalam Islam adalah suami bukan Isteri karena Suami mempunyai kedudukan setingkat lebih tinggi dari isterinya. Dan yang paling penting adalah suami telah memberi makan maupun tempat tinggal bagi isterinya jadi sudah sewajarnya jika isteri berkewajiban untuk taat pada suaminya selama suami menyuruh dalam kebaikan (bukan kemaksiatan) Firman Allah dalam surat An Nisa’ ayat 34 dan Al Baqoroh ayat 228:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An-Nisa 34).

Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “ Surat Al Baqoroh ayat 228
Seorang isteri yang pergi meninggalkan rumah tanpa izin suami dengan alasan apapun dan dalam kepergiannya tidak bermaksiatpun tetap saja termasuk wanita tidak baik (pembangkang) apalagi jika dia pergi dengan berpakaian yang tidak sopan seperti wanita pada jaman Jahiliyah
Dan Surat Al Ahzab ayat 33 yaitu :
Menetaplah di rumah kalian ( para wanita ), dan jangan berdandan sebagaimana dandanan wanita-wanita jahiliyah. Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan patuhilah ( wahai para wanita) Allah dan rasul-Nya.

Sabda Nabi Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam : “Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia telah taat kepada ALLAH, dan barangsiapa yang tidak taat kepadaku maka berarti tidak taat kepada ALLAH. Barangsiapa yang taat kepada Pimpinan (Islami) maka berarti ia telah taat kepadaku, dan barangsiapa yang tidak taat kepada pimpinan (islami) maka berarti ia telah tidak taat kepadaku.”HR Bukhari, kitab al-Jihad, bab Yuqatilu min Wara’il Imam, juz-IV, hal.61

Jika seorang suami karena suatu hal (Penghasilan kurang, PHK, Kecelakaan dll) suami menjadi kurang / tidak dapat memberikan kewajibannya terhadap isteri bukan berarti isteri boleh meninggalkan rumah, karena memang tidak ada hukum Islam yang membolehkan seorang Isteri meninggalkan rumah tanpa izin karena faktor tersebut, karena jika suami tidak dapat melakukan kewajibannya maka gugatan cerai pada suami adalah jalan terbaik bukan malah pergi meninggalkan rumah atau suaminya.


2. Isteri meninggalkan suami sama saja dengan menjerumuskan dirinya sendiri ke neraka karena suami berperan apakah isterinya layak masuk surga atau neraka.
Isteri pergi meninggalkan suami artinya dia tidak taat kepada suaminya padahal jika seorang isteri tahu bahwa taat pada suami bisa mengantar dia ke surga pastilah dia akan menyesal melakukan hal itu sesuai dengan hadist Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :
Dari Husain bin Muhshain dari bibinya berkata: “Saya datang menemui Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam. Beliau lalu bertanya: “Apakah kamu mempunyai suami?” Saya menjawab: “Ya”. Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam bertanya kembali: “Apa yang kamu lakukan terhadapnya?” Saya menjawab: “Saya tidak begitu mempedulikannya, kecuali untuk hal-hal yang memang saya membutuhkannya” 
Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam bersabda kembali: “Bagaimana kamu dapat berbuat seperti itu, sementara suami kamu itu adalah yang menentukan kamu masuk ke surga atau ke neraka” (HR. Imam Nasai, Hakim, Ahmad dengan Hadis Hasan).

3. Isteri meninggalkan rumah tanpa izin suami akan dilaknat oleh Allah dan dimarahi oleh para malaikat.
Sabda Rasullulah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :
”Hak suami terhadap isterinya adalah isteri tidak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas punggung unta , tidak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali puasa wajib. Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan tidak diterima puasanya. Dia tidak boleh memberi, maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dirinya sendiri. Dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jika dia berbuat demikian, maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat memarahinya kembali , sekalipun suaminya itu adalah orang yang alim.” (Hadist riwayat Abu Daud Ath-Thayalisi daripada Abdullah Umar)
4. Memusuhi suami sama saja dengan memusuhi Allah.
Seorang isteri yang meninggalkan suami dan memusuhi suaminya padahal suami baik pada isterinya. Sangatlah tidak mungkin masuk surga karena bagaimana mungkin seorang isteri berharap masuk surga jika Allah memusuhinya. Bahkan jika sampai suami terluka hati / fisiknya maka Allah dan Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam akan memisahkan diri dari isteri tersebut.

Hal ini dijelaskan dalam Hadist Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :
“Tidaklah istri menyakiti suami di dunia kecuali ia bicara pada suami dengan mata yang berbinar, janganlah sakiti dia (suami), agar Allah tidak memusuhimu, jika suamimu terluka maka dia akan segera memisahkanmu kepada Kami (Allah dan Rasul)”. HR. Tirmidzi dari Muadz bin Jabal.
5. Isteri meninggalkan suami tidak ada nafkah baginya dan layak mendapat azab.
Seorang Ulama dan pemikir Islam yang sangat terkenal akan kecerdasannya dan sangat dikagumi oleh para ulama pada waktu itu, penghafal Quran dan Ribuan Hadist, ahli Tafsir dan Fiqh dari Harran, Turki yaitu Ibnu Taimiyah sampai berkata: “Jika isteri keluar rumah suami tanpa seijinnya maka tidak ada hak nafkah dan pakaian”. Tidak dihalalkan bagi isteri untuk keluar dari rumah suaminya kecuali dengan ijinnya (suami), Dan apabila ia keluar dari rumah suaminya tanpa seijinnya maka ia telah berbuat nusyuz (durhaka) bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia layak mendapat adzab.” 

 

Share:

Dosa Menggunjing (Ghibah ) Lebih Berat dari Zina

 

Jakarta - Ghibah, secara tak sadar banyak orang sering melakukan. Padahal, dosanya sangat besar dan bisa mendatangkan ancaman siksa kubur di akhirat.

Manusia memiliki kecenderungan bercerita banyak kepada orang lain dan topik yang paling mudah adalah bercerita tentang orang lain. Terlebih lagi ketika sedang dalam keadaan marah pada seseorang, terkadang mengungkapkan keburukan orang tersebut adalah hal yang lumrah dan ringan.

Hal tersebut tentunya bisa berkembang dengan memberitakan kabar yang tidak benar, membuat perkataan yang tidak jujur dan melakukan kebohongan. Inilah perilaku yang sering kita lakukan tanpa sadar, padahal itu termasuk maksiat.


Dalam Surat Al-Hujarat ayat 12 disebutkan:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Berdasarkan firman Allah SWT tersebut, orang yang menggunjing sama dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati (bangkai). Lalu apa hukumnya membuka aib atau menggunjing? Karena Allah SWT dan Rasulullah SAW sudah secara jelas dan tegas melarang membicarakan aib orang lain, maka tentu menggunjing itu hukumnya haram.


Benarkah dosa ghibah lebih besar dari zina?

Dilansir dalam islam.nu.or.id, Rasulullah SAW sudah menyatakan bahwa dosa ghibah lebih berat dari dosa zina:


الْغِيبَةُ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا . قِيلَ: وَكَيْفَ؟ قَالَ: الرَّجُلُ يَزْنِي ثُمَّ يَتُوبُ، فَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِ، وَإِنَّ صَاحِبَ الْغِيبَةِ لَا يُغْفَرُ لَهُ حَتَّى يَغْفِرَ لَهُ صَاحِبُهُ


Artinya,:

"Ghibah itu lebih berat dari zina." Seorang sahabat bertanya, 'Bagaimana bisa?' Rasulullah SAW menjelaskan, 'Seorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung menerima tobatnya. Namun pelaku ghibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang dighibahnya,'" (HR At-Thabrani).


Dan dikutip dalam buku berjudul 'Dosa Kecil yang Terabaikan Penyebab Siksa Azab Kubur yang Maha Pedih' oleh Nur Aisyah Albantany disebutkan beberapa dalil-dalil keharaman ghibah dan bahayanya:


1. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersira di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nur: 19)


2. Di dalam Sunah Abu Dawud tercantum sebuah hadist yang diriwayatkan dari jalan 'Aisyah. Beliau berkata: "Wahai Rasulullah, cukuplah menjadi bukti bagimu kalau ternyata Shafiyah memiliki sifat demikian dan demikian." Salah seorang periwayat hadist menjelaskan maksud ucapan 'Aisyah bahwa Syagiyah itu orangnya pendek. Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Sungguh engkau telah mengucapkan sebuah kalimat yang seandainya dicelupkan ke dalam lautan niscaya akan merubahnya."


3. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Wahai orang yang telah menyatakan Islam dengan lisannya namun iman itu belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian semua menyakiti sesama muslim, janganlah kalian membuka aib mereka dan janganlah kalian semua mencari-cari (mengintai) kelemahan mereka. Karena siapa saja yang mencari kekurangan saudaranya sesama muslim maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan mengintai kekurangannya dan siapa yang akan diintai Allah kekurangannya maka pasti Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan ungkapkan, meskipun dia berada dalam rumahnya."

Share:

Selasa, 13 Oktober 2020

Ketum FPI: Cekal Habib Rizieq Resmi Dicabut Hari Ini, Segera Pulang

 

Jakarta - Ketua Umum FPI KH Ahmad Shabri Lubis menyampaikan kondisi terkini mengenai Habib Rizieq Syihab. Shabri mengatakan cekal Habib Rizieq resmi dicabut hari ini.

"Hari ini imam besar Habib Rizieq Syihab secara resmi sudah dicabut cekalnya dan hari ini sudah dibebaskan dari denda-denda apa pun karena Habib Rizieq Syihab tidak bersalah di Saudi Arabia," kata Shabri di atas mobil komando di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Setelah cekal dan denda dihapus, kata Shabri, saat ini Habib Rizieq sedang mempersiapkan kepulangannya. Segala proses administrasi terkait kepulangan ke Indonesia sedang diurus.

"Setelah cekal dicabut dan denda dihapus, saat sekarang ini imam besar Habib Rizieq Syihab sedang menunggu proses administrasi atau exit permit, dari pembelian tiket serta penjadwalan pulang ke Indonesia," kata Shabri.


Pengumuman itu lantas disambut sorak sorai massa demo. Mereka berteriak kencang.


"Takbir!" kata Shabri


"Allahu akbar," teriak massa.

Pihaknya, kata Shabri, sangat berterima kasih kepada pemerintah Saudi Arabia dan umat Islam yang telah mendoakan Habib Rizieq.


"Dewan Pimpinan Pusat FPI dan umat Indonesia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap pemerintah Saudi dan semua pihak yang membantu Habib Rizieq Syihab, termasuk semua umat Islam yang mendoakan beliau agar selalu dilindungi dan segera pulang ke Indonesia. Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi," lanjutnya.


Share:

Percuma Getol Beribadah dan Beramal Jika Masih Melakukan 5 Hal ini, Pahala Bisa Terhapus


 Hati-hati, hindari perbuatan ini agar pahala tak hangus


Amalan sebanyak dan sebesar apapun bisa terhapus jika kita melakukan 5 perbuatan ini. Sebab kelimanya adalah penghapus dosa. Dan jika sudah begitu, maka kita tak akan membawa bekal apa-apa untuk akhirat kelak. Naudzubillahi min dzalik.

Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW senantiasa menyerukan umat Muslim untuk berbuat baik dan beramal shaleh. Namun selayaknya manusia, khilaf dan kesalahan tak bisa sepenuhnya dibendung. 

Dari semua tindakan atau kekhilafan yang dilakukan manusia, ada beberapa hal yang jika dilakukan akan menghapus amalan yang kita perbuat. Berikut adalah lima perbuatan yang perlu dihindari agar tak menghapus dosa kita:

1. Syirik Besar atau Kafir


Kesalahan pertama yang bisa menghapus pahala adalah syirik besar atau kafir. Syirik besar merupakan perbuatan yang menyekutukan Allah SWT dengan mahkluk atau zat lainnya. 


Beberapa contoh perbuatan syirik besar adalah bernadzar pada selain Allah SWT, thawaf keliling kuburan dan berdoa meminta pada penghuni kubur, jin atau syaiton.

Selain itu, perbuatan syirik besar juga bsia ditandai dengan meminta perlindungan pada selain Allah, dan bertawakkal padanya merupakan contoh kafir.


Syrik besar adalah bentuk kezaliman yang besar dan penghinaan terhadap Allah SWT. Dengan melakukan hal tersebut, sama artinya kita menyamakan derajat Allah SWT dengan mahkluk-Nya.

Balasan atas perilaku ini adalah terhapusnya seluruh amal kebaikan kita. Selain itu, Allah SWT juga tak akan memberi ampunan jika seorang manusia mati dalam keadaan berbuat syirik dan belum bertaubat.


Hal ini sebagaimana yang disampaikan dalam Al Quran, QS Al-An’am ayat 88: :


وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


“Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”

2. Syirik Kecil atau Riya


Kesalahan selanjutnya yang bisa menghapus pahala adalah syirik kecil atau riya. Riya adalah melakukan dan memperbagus suatu amalan agar mendapat pujian orang lain, bukan karena Allah SWT.


Perbuatan ini pasti menghapus amalan yang telah dilakukan sebab ia tak ikhlas dalam beribadah. Karena hanya ingin dipuji oleh orang yang melihat atau mendengarnya.

Ustadz Abuya Masnur sebelumnya pernah menyebut, riya' dalam Bahasa Arab adalah arriya, berasal dari kata kerja 'raa' yang bermakna memperlihatkan. 


Dengan memperlihatkan amalan kita pada orang lain, amal akan menjadi sia-sia. Sebagaimana firman Allah SWT pada hadist Qudsy berikut ini:

“Aku paling tidak butuh pada sekutu-sekutu, barangsiapa yang beramal sebuah amal kemudian dia menyekutukan-Ku di dalamnya maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya.” (HR. Muslim) 

3. Ujub, Membangga-banggakan Amal 


Perilaku bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan merupakan hal yang baik dan ciri umat Islam yang bertaqwa. Namun, batas antara bersyukur dan membanggakan amal itu sangatlah tipis.

Syukur yang tak terukur, bisa berubah menjadi ujub yang merasuk ke dalam hati, dan puncaknya adalah sikap takabbur. Perbuatan ini dapat mengundang benih-benih keburukan dalam hati manusia. 


Ujub adalah perilaku membanggakan diri karena merasa memiliki kelebihan yang tak dimiliki orang lain. Perbuatan seperti ini jelas tak baik dan bisa menghapus pahala seseorang. 

Ibnul Mubarak pernah berkata, "Aku tidak mengetahui pada orang-orang yang sholat perkara yang lebih buruk daripada ujub." 


Syekh Ibnu Al Utsaimin juga pernah mengungkapkan, ujub itu bisa membatalkan amal.

"Kelompok yang kedua, yaitu orang-orang yang tidak memiliki tahqiq (kesungguhan) dalam pokok iman kepada takdir. Mereka melakukan ibadah sekadar yang mereka lakukan. Namun mereka kita sungguh-sungguh dalam ber-isti’anah kepada Allah dan tidak bersabar dalam menjalankan hukum-hukum Allah yang kauwni maupun syar’i. Sehingga dalam beramal mereka pun malas dan lemah, yang terkadang membuat mereka terhalang dari beramal dan lemah, yang terkadang membuat mereka terhalang dari beramal dan menghalangi kesempurnaan amal mereka. Dan membuat mereka ujub dan sombong setelah beramal yang terkadang bisa menjadi sebab amalan mereka hangus dan terhapus.” ujarnya dikutip di Majmu’ Fatawa war Rasail, 4/250.

Nabi Muhammad SAW pun pernah mengungkit perihal ujub ini, dalam hadist riwayat Thabrani berikut ini:


"Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikui dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri." 

4. Mengungkit Amalan


Ketika seorang Muslim melakukan ibadah atau perbuatan baik dalam hidup, harus didasari oleh rasa ikhlas dan hanya berharap rahmat dari Allah SWT. Rasa ikhlas juga harus dijaga saat sedang berinfaq atau bersedekah. 


Dalam QS Al-Baqarah ayat 262, Allah SWT berfirman:

"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allâh, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Robb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." 


Untuk menjaga rasa ikhlas itu, Allah SWT lantas melarang seseorang untuk mengungkit-ungkit amalan yang telah dilakukannya. Sebagaimana yang tertulis dalam QS Al-Baqarah ayat 264: 


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian".


5. Menyakiti Perasaan Seseorang

Menyakiti perasaan seseorang bisa menjadi salah satu faktor hilangnya pahala seorang muslim. Hal ini juga sebagaimana yang disampaikan Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 264 di atas.


Selain itu, dalam QS AL-Baqarah ayat 263 disebutkan tentang perbuatan yang lebih baik dari sedekah adalah perkataan yang baik dan juga memberikan maaf: 

"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti." 


Dalam HR Tirmidzi, Rasulullah SAW pernah bersabda:


"Orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada Hari Kiamat dengan banyak pahala shalat, puasa, zakat, dan haji. Tapi di sisi lain, ia juga mencaci orang, menyakiti orang, memakan harta orang (secara batil/zalim), menumpahkan darah, dan memukul orang lain.

Ia kemudian diadili dengan cara membagi-bagikan pahalanya kepada orang yang pernah dizaliminya. Ketika telah habis pahalanya, sementara masih ada yang menuntutnya maka dosa orang yang menuntutnya diberikan kepadanya. Akhirnya, ia pun dilemparkan ke dalam neraka".


Sungguh Islam adalah agama yang paling sempurna, tak hanya mengatur hubungan antara hamba dengan Allah SWT, melainkan juga manusia ke sesama ataupun mahkluk lainnya.

Hal ini semata-mata bukan hendak membebani manusia, melainkan untuk memberi pelajaran dan juga kebaikan untuk manusia sendiri. Semoga kita semua istiqomah di dalam menjalankan perintah Allah SWT. 

Share:

Jebakan Tikus Menewaskan Satu Keluarga di Bojonegoro, Jenazah Bergeletakan

 

Ngeri, jebakan tikus salah sasaran 

Sekeluarga ini ditemukan tewasa dalam keadaan sudah terbujur kaku karena terkena jebakan tikus. Keempatnya ditemukan oleh tetangga yang pergi ke sawah. Begini kronologis lengkapnya.

Empat orang dalam sekeluarga tewas di tengah sawah, pada Senin ( 12/10/2020). Empat orang dalam satu keluarga ini diantaranya ialah bapak yang bernama Parno (55), istrinya Riswati (50) serta dua anaknya, Jayadi (32) dan Arifin (21).


Mereka diduga tewas kesetrum kawat yang ada aliran listrik yang digunakan sebagai jebakan tikus. Keempat korban tewas ini ditemukan tetangga yang hendak pergi ke sawah.

Tadi saya beritahu perangkat desa, kok ada warga yang tergeletak di sawah (Empat orang). Terus banyak warga berdatangan," kata salah satu warga Desa Tambahrejo, Katijan, Senin (12/10/2020).

Keempatnya langsung dievakuasi menuju rumah duka. Tim Inafis Polres Bojonegoro juga mendatangi lokasi sawah dan rumah duka karena ditemukannya empat orang sudah dalam keadaan tewas. 


Mereka juga mencari dan memeriksa alat bukti di lokasi kejadian.


Dari hasil visum sementara di rumah duka Gang Prijek 6, Desa Tambahrejo Kecamatan Kanor, didapati di tubuh korban ada luka bakar pada bagian kaki, dada dan tangan.

Ada Luka bakar diduga karena kesetrum di dada, tangan dan kaki di antara para korban. Korban satu keluarga." kata Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo.


Innalillahi wa inna illaihi rojiun. Semoga ke depan tak ada kejadian serupa yang menyebabkan tewasnya keluarga hanya karena jebakan tikus. 


Penting juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara-cara mencegah hama tikus dengan media yang aman. 

Share: